Tuesday, December 4, 2007

ADA

Ada dikatakannya dalam sebuah cerita.
Berjalan menelusuri waktu dan melalui badai.
Ada di tuliskan dalam serangkai puisi.
Duduk terdiam diantara ketenangan batin hidup.
Ada terlihatkan dalam sesinar bintang malam.
Termenung akan menunggu hingga hadirlah di tengahnya.
Ada di dengarkan dalam sealunan nada.
Harapan kala merasakan keindahan di tengah gundah hati.

Adalah Aku yang kian berseru selalu Ada.
Adalah Aku yang berbicara untuk hidup telah Ada.
Adalah Aku yang menemani duka yang Ada.
Adalah Aku yang hadir di tengah kerinduan yang Ada.

0 comments: