Lagu indah untukmu
kan tercipta dalam dekap waktu
Saat kau menemaniku
setengah dirimu ku sadari hadirnya.
Tahu kan mengerti.
Namun kebohongan terus terungkap.
Sungguhkan engkau
seorang teman.
atau hanya menjadi teman
atau bagian dari teman.
Jika ada sebuah topeng didepanku,
ku berdoa itu bukanlah kau.
sahabatkan hilang
teman kan pergi.
jangan biarkan ku sendiri.
sadar kau bukan pilihan ku.
namun kau hadiah untukku.
temanku...
Monday, August 20, 2007
Air...
Terkadang bisa menjadi hangat.
Namun seringkali terlalu panas.
Bisa menjadi dingin.
Bahkan sangat dingin.
Pahit dan manis.
Lalu terlalu asin.
Dia sangat pintar.
Menyerapnya dengan sinar.
Sepanjang waktu saat fajar mengetuk
Mulailah ia bekerja.
Tersebar luas.
Semua mengenal.
Semua memakainya.
Semua mencarinya.
Terkadang menyesatkan.
Membuat separuh manusia terluka.
Terlanjur sudah.
Menjadi tetasan di gelapnya langit.
Ia sulit ditemukan.
Dikala panas terus memasaknya.
Hingga menjadi matang.
Dan terkadang terlalu panas.
Hingga dia menjadi embun.
Namun seringkali terlalu panas.
Bisa menjadi dingin.
Bahkan sangat dingin.
Pahit dan manis.
Lalu terlalu asin.
Dia sangat pintar.
Menyerapnya dengan sinar.
Sepanjang waktu saat fajar mengetuk
Mulailah ia bekerja.
Tersebar luas.
Semua mengenal.
Semua memakainya.
Semua mencarinya.
Terkadang menyesatkan.
Membuat separuh manusia terluka.
Terlanjur sudah.
Menjadi tetasan di gelapnya langit.
Ia sulit ditemukan.
Dikala panas terus memasaknya.
Hingga menjadi matang.
Dan terkadang terlalu panas.
Hingga dia menjadi embun.
khayalanku..
Bagaikan sebuah nyata di dalam duniaku.
Menatap setapak jalan di depanku,
dan menelusuri kian hari yang terlalui olehku.
Jika aku ingin,
aku ingin mendapatkan,
sebatas jawaban,
di antara luapan emosiku.
Berharap,
dan terus mengetuk.
Adakah kesungguhan yang kan nyata?
Tak ingin tertidur,
terlelap melalui waktu.
Hanya ingin membuka mata,
kala hari harus kulalui.
Bukan lagi sebuah cerita,
di dalam rumahnya,
namun bisa menjadi,
sebuah jalan yang kan ku telusuri,
bagaikan cerita itu.
Bawakan aku pada satu tempat,
untuk bisa ku lukisakan jalan untuk kulalui.
Menatap setapak jalan di depanku,
dan menelusuri kian hari yang terlalui olehku.
Jika aku ingin,
aku ingin mendapatkan,
sebatas jawaban,
di antara luapan emosiku.
Berharap,
dan terus mengetuk.
Adakah kesungguhan yang kan nyata?
Tak ingin tertidur,
terlelap melalui waktu.
Hanya ingin membuka mata,
kala hari harus kulalui.
Bukan lagi sebuah cerita,
di dalam rumahnya,
namun bisa menjadi,
sebuah jalan yang kan ku telusuri,
bagaikan cerita itu.
Bawakan aku pada satu tempat,
untuk bisa ku lukisakan jalan untuk kulalui.
Friday, August 17, 2007
kesedihan milikku seorang.
Adakah yang mau berbagi?
ketika kesedihan melanda setiap orang?
Dari sepuluh orang hanya satu yang bisa ditemui.
Sisanya hanyalah diam seribu bahasa.
Saat hati terus berharap.
Nantinya tak kunjung datang.
Bertahan terus bertahan.
Hanya tak tahu sampai kapan bisa tetap bertahan.
Kesedihan hanyalah miliku seorang.
ketika kesedihan melanda setiap orang?
Dari sepuluh orang hanya satu yang bisa ditemui.
Sisanya hanyalah diam seribu bahasa.
Saat hati terus berharap.
Nantinya tak kunjung datang.
Bertahan terus bertahan.
Hanya tak tahu sampai kapan bisa tetap bertahan.
Kesedihan hanyalah miliku seorang.
Bagian KEEMPAT BAYANGAN
Layaknya saat memandang sebuah cermin.
Terpancar kebenaran yang kian terungkap.
Ada pada diriku yang kian mencari.
Kejujuran yang terhempas.
Melewati malam,
Menatap terangnya sinar mentari.
Menapakan kaki pada sebuah jalan baru,
dan terlihatlah sebuah bayangan.
Ungkapkan kembali siapa aku.
Bukan hanya mimpi,
namun ku ingin menjadi nyata.
Kala aku mencari-cari,
tatapan yang menghanyutkanku
pada sebuah realita.
Kehidupan yang terbayangi.
Diantara kehangatan di tengah mimpi.
Dan beribu tatapan merendah,
siapa aku sebenarnya.
Dimata mereka,
dimata ku.
Samakah aku?
Bayangan yang kian terlihat.
untuk masa depanku kah atau,
hanya sebatas lukisan??
Terpancar kebenaran yang kian terungkap.
Ada pada diriku yang kian mencari.
Kejujuran yang terhempas.
Melewati malam,
Menatap terangnya sinar mentari.
Menapakan kaki pada sebuah jalan baru,
dan terlihatlah sebuah bayangan.
Ungkapkan kembali siapa aku.
Bukan hanya mimpi,
namun ku ingin menjadi nyata.
Kala aku mencari-cari,
tatapan yang menghanyutkanku
pada sebuah realita.
Kehidupan yang terbayangi.
Diantara kehangatan di tengah mimpi.
Dan beribu tatapan merendah,
siapa aku sebenarnya.
Dimata mereka,
dimata ku.
Samakah aku?
Bayangan yang kian terlihat.
untuk masa depanku kah atau,
hanya sebatas lukisan??
Tuesday, August 14, 2007
BAGIAN KETIGA...JEJAK.....
Sebuah jalan kulalui.
Tak kala ketakutan kian menghadangkan.
Membawa sejuta kekhawatiran, benarkah ini berujung pada tempat itu?
Harapan demi harapan, membantuku menemukan jawaban di stiap jalanku.
Bukan kesitu, bukan kesini, siapa yang tahu itu adalah yang benar.
Melewati masa demi masa hingga ingin melihat cepat-cepat melompat.
Masa terus bergulir.
Tak kala kulihat jejak-jejak dibelakangku.
Mengikuti setiap alur jalan ku.
Entah aku kekanan ataupun aku kekiri.
Melewati perhentian untuk beristirahat.
Ketika terasa cukuplah waktu, kulanjutkan perjalanan.
Lihat sekeliling.
Ada kalanya terang membuat indah dunia.
Ada kalanya gelap begitu indah diantara bintang-bintang dan bulan.
Ada kalanya pilihan di setiap jalan terlalu sulit
Ada kalanya terlihat sisi lain orang-orang sekitarku.
Ada kalanya pribadiku terlihat begitu menonjol.
Ada kalanya masalah selalu menghantui jalanku.
Jejak terus terlihat.
Tak harus malam ataupun pagi.
Tak perlu hujan atau kemarau.
Tak selalu berjalan atau berlari.
Inilah yang kuketahui.
Bayangan di depanku.
Seakan seprti jawaban di masa depan.
Jejakku selalu di belakangku.
Seakan seperti masa lalu yang tak bisa terhapus.
Karna terlukis dengan indah seiring jalan yang terinjak.
Biarlah aku dapat melihat.
Jejak bagaikan barisan dalam cerita di duniaku.
Dan selalu menjadi awal yang terus bergulir.
Tak kala ketakutan kian menghadangkan.
Membawa sejuta kekhawatiran, benarkah ini berujung pada tempat itu?
Harapan demi harapan, membantuku menemukan jawaban di stiap jalanku.
Bukan kesitu, bukan kesini, siapa yang tahu itu adalah yang benar.
Melewati masa demi masa hingga ingin melihat cepat-cepat melompat.
Masa terus bergulir.
Tak kala kulihat jejak-jejak dibelakangku.
Mengikuti setiap alur jalan ku.
Entah aku kekanan ataupun aku kekiri.
Melewati perhentian untuk beristirahat.
Ketika terasa cukuplah waktu, kulanjutkan perjalanan.
Lihat sekeliling.
Ada kalanya terang membuat indah dunia.
Ada kalanya gelap begitu indah diantara bintang-bintang dan bulan.
Ada kalanya pilihan di setiap jalan terlalu sulit
Ada kalanya terlihat sisi lain orang-orang sekitarku.
Ada kalanya pribadiku terlihat begitu menonjol.
Ada kalanya masalah selalu menghantui jalanku.
Jejak terus terlihat.
Tak harus malam ataupun pagi.
Tak perlu hujan atau kemarau.
Tak selalu berjalan atau berlari.
Inilah yang kuketahui.
Bayangan di depanku.
Seakan seprti jawaban di masa depan.
Jejakku selalu di belakangku.
Seakan seperti masa lalu yang tak bisa terhapus.
Karna terlukis dengan indah seiring jalan yang terinjak.
Biarlah aku dapat melihat.
Jejak bagaikan barisan dalam cerita di duniaku.
Dan selalu menjadi awal yang terus bergulir.
Monday, August 13, 2007
BAGIAN DUA- Selalu ada awal untuk sebuah cerita.
Terdiam, di tengah ketenangan malam yang hanya ditemani oleh suara rintikan hujan yang kian membasahi dunia ini.
Terpikir, terus terpikir, seakan hati ini tlah terbuka untuk sesuatu yang selama ini di rindukan.
Terhanyut, di dalam sebuah kisah, yang selalu ku baca dalam angan-angan diriku.
Terhempaskan, aku dalam lamunan panjang yang kosong dan diantara cinta dan kebencian.
Terdengar, suara-suara malam yang terus bernyanyi, untuk menemani aku yang dapat dilihat hanya ada aku.
Terasalah, sehari dalam malam yang kian panjang dan penuh takut diantara kegelisahan dan harapan sebuah senyum.
Terbacalah, sebuah kisah yang telah ditulis untuk sekian waktu yang selalu disempurnakan untuk sebuah kehidupan.
Terlihatalah,tentang aku,yang begitu mengharapkan sebuah kehadiran,diantara tawa dan senyuman antara duka yang selalu bersama.
Tertangkapkah, aku dalam penantian yang selama ini hanya berada diantara ruang waktu yang begitu menunggumu.
Terindukan, dirimu, selalu yang ternantikan, untuk sebuah berkas cerita dalam alunan nada.
Terbangkan aku, untuk menemukan sandaran hatiku...
Yang selalu termimpikan,
diantar diamnya hari,
yang kian selalu berada di antara ruang pikirku,
untuk menghanyutkan aku dalam sebuah cerita,
yang kan menemaniku dalam menghempasakan badai dalam duniaku,
di dengar oleh suara hati yang trus memanggil,
membuatku merasakan cinta,
dan mendengar senandungmu,
di bacakan dalam sebuah penantianku,
hingga ku melihat keaslian sebuah bentuk cinta,
dan menangkap aku dalam dekapan kehangatan,
yang menghapuskan kerinduanku...
Dan kuyakin itulah dirimu...
yang telah berada dalam dunia miliku..
Terpikir, terus terpikir, seakan hati ini tlah terbuka untuk sesuatu yang selama ini di rindukan.
Terhanyut, di dalam sebuah kisah, yang selalu ku baca dalam angan-angan diriku.
Terhempaskan, aku dalam lamunan panjang yang kosong dan diantara cinta dan kebencian.
Terdengar, suara-suara malam yang terus bernyanyi, untuk menemani aku yang dapat dilihat hanya ada aku.
Terasalah, sehari dalam malam yang kian panjang dan penuh takut diantara kegelisahan dan harapan sebuah senyum.
Terbacalah, sebuah kisah yang telah ditulis untuk sekian waktu yang selalu disempurnakan untuk sebuah kehidupan.
Terlihatalah,tentang aku,yang begitu mengharapkan sebuah kehadiran,diantara tawa dan senyuman antara duka yang selalu bersama.
Tertangkapkah, aku dalam penantian yang selama ini hanya berada diantara ruang waktu yang begitu menunggumu.
Terindukan, dirimu, selalu yang ternantikan, untuk sebuah berkas cerita dalam alunan nada.
Terbangkan aku, untuk menemukan sandaran hatiku...
Yang selalu termimpikan,
diantar diamnya hari,
yang kian selalu berada di antara ruang pikirku,
untuk menghanyutkan aku dalam sebuah cerita,
yang kan menemaniku dalam menghempasakan badai dalam duniaku,
di dengar oleh suara hati yang trus memanggil,
membuatku merasakan cinta,
dan mendengar senandungmu,
di bacakan dalam sebuah penantianku,
hingga ku melihat keaslian sebuah bentuk cinta,
dan menangkap aku dalam dekapan kehangatan,
yang menghapuskan kerinduanku...
Dan kuyakin itulah dirimu...
yang telah berada dalam dunia miliku..
Cinta tak nyata cintakah ini???
Mimpi bagaikan makanan sehari-hari,
tertidur, dan berada di alam lain,
menghadapi hari yang terasa nyata,
kian detik terasa saat menatapnya.
Berharap trus berharap,
hari esok kan bertemu dirinya.
sangat terasa,
waktu yang terus berlalu,
seakan akan membawaku,
pada satu tempat yang kan,
kujumpai dirinya...
cinta ini,
cintakah yang menyata?
atau hanya sekedar mimpi?
Bangunkan aku TUHAN,
dari tidurku...
Ijinkan aku tuk bisa melihat nyatanya,
dunia terlihat terang dan gelap,
seakan-akan terus menyatu...
Bawakan aku pada satu tempat,
keindahan dunia,
keindahan seberkas cinta...
Lengkapi HAriku dengan cinta..
Dunia ini,
impianku tuk bisa terus berlari...
mencintai diriku,
bagai mencintaMU Bapa....
nyatakan senyumku,
untuk dunia ini,
di tengah keluargaku...
dan di antara sahabat-sahabatku....
untuk satu kekasih,
untuk satu belahan jiwa,
untuk satu hidup...
untuk ku dan dia...
untuk mereka....
tertidur, dan berada di alam lain,
menghadapi hari yang terasa nyata,
kian detik terasa saat menatapnya.
Berharap trus berharap,
hari esok kan bertemu dirinya.
sangat terasa,
waktu yang terus berlalu,
seakan akan membawaku,
pada satu tempat yang kan,
kujumpai dirinya...
cinta ini,
cintakah yang menyata?
atau hanya sekedar mimpi?
Bangunkan aku TUHAN,
dari tidurku...
Ijinkan aku tuk bisa melihat nyatanya,
dunia terlihat terang dan gelap,
seakan-akan terus menyatu...
Bawakan aku pada satu tempat,
keindahan dunia,
keindahan seberkas cinta...
Lengkapi HAriku dengan cinta..
Dunia ini,
impianku tuk bisa terus berlari...
mencintai diriku,
bagai mencintaMU Bapa....
nyatakan senyumku,
untuk dunia ini,
di tengah keluargaku...
dan di antara sahabat-sahabatku....
untuk satu kekasih,
untuk satu belahan jiwa,
untuk satu hidup...
untuk ku dan dia...
untuk mereka....
Tuesday, August 7, 2007
Bagian 1- dunia milikku
hidupku...takkan pernah sama...
seiring waktu yang terus berlalu,
aku takkan pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian hari...
aku hanya tahu..
aku hanya mengerti
aku telah hidup di dunia ini
aku sudah menjadi bagian darinya.
dan aku tak bisa menyesal
takkan pernah bisa menyesal.
aku harus hidup
bukanlah karna dipaksa oleh sangpenciptaku
tapi karna aku tlah diijinkan untuk hidup.
ini aku.
ya inilah aku.
aku takkan sama seperti kamu
aku takkan bisa menjadi kamu.
aku hidupku.
aku duniaku.
awal aku hidup.
tangis pertamaku.
tawa candaku.
milik aku.
berada di dalam sebuah rumah.
memiliki pengalaman indah dalam
setiap pelajaran di sekolah.
bertemu orang-orang baru setiap tahunnya.
bagaikan fajar yang menggantikan malam.
tak bisa kusadari.
dan semua telah terjadi.
cintaku.
cinta yang tak pernah berbohong,
ada selalu dan tak pernah usai.
cintaNYa.
untuk hidupku.
sempurna.
sedihku.
bagian dalam bahagiaku.
tak pernah kuketahui.
hanya selalu kurasakan
dan inilah sedih.
bagian hidupku.
senyumku.
indah dan menyejukkan.
membawa aku pada satu harta terindah.
untuk duniaku.
aku ada didalamnya
akan ada.
sampai waktu berhenti.
dan menghentikan duniaku.
ini lah mulanya duniaku....
seiring waktu yang terus berlalu,
aku takkan pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian hari...
aku hanya tahu..
aku hanya mengerti
aku telah hidup di dunia ini
aku sudah menjadi bagian darinya.
dan aku tak bisa menyesal
takkan pernah bisa menyesal.
aku harus hidup
bukanlah karna dipaksa oleh sangpenciptaku
tapi karna aku tlah diijinkan untuk hidup.
ini aku.
ya inilah aku.
aku takkan sama seperti kamu
aku takkan bisa menjadi kamu.
aku hidupku.
aku duniaku.
awal aku hidup.
tangis pertamaku.
tawa candaku.
milik aku.
berada di dalam sebuah rumah.
memiliki pengalaman indah dalam
setiap pelajaran di sekolah.
bertemu orang-orang baru setiap tahunnya.
bagaikan fajar yang menggantikan malam.
tak bisa kusadari.
dan semua telah terjadi.
cintaku.
cinta yang tak pernah berbohong,
ada selalu dan tak pernah usai.
cintaNYa.
untuk hidupku.
sempurna.
sedihku.
bagian dalam bahagiaku.
tak pernah kuketahui.
hanya selalu kurasakan
dan inilah sedih.
bagian hidupku.
senyumku.
indah dan menyejukkan.
membawa aku pada satu harta terindah.
untuk duniaku.
aku ada didalamnya
akan ada.
sampai waktu berhenti.
dan menghentikan duniaku.
ini lah mulanya duniaku....
Subscribe to:
Posts (Atom)
