Tuesday, September 11, 2007

Seucap DOA

Ampuni aku...
aku mengakui salahku.
Aku jatuh dalam dosa.
Aku membuatMU menangis.

Ampuni aku...
Aku melukai hati temanku.
Aku bahkan melukai diriku.
Aku melupakanMU....


Seorang aku,
tak sempurna.
Hidup dalam belenggu,
yang menahan nafasku.
Di antara kepedihan,
tersimpan luka.
Di antara tangis,
memendam amarah..


BApa,
tolong aku.
Bapa,
aku takut.
Bapa,
aku tak kuat lagi.

Bapa, peluk aku.....
BApa....






Terima kasih BAPA....

Thursday, September 6, 2007

TUHAN ADA.

Memang hanya satu pribadi yang mengenal

Aku bukan seorang yang tenang.

Aku mudah goyah.

Aku sering jatuh.

Aku iri pada sikap mereka di sekitarku.

Aku menangis karena kebodohanku.

Hari ini mudah kulalui karna aku tahu

Tuhan ada

Hari esok aku percaya bisa aku lalui.

Karna aku tahu

Tuhan ada.

Liat di sampingku. Aku seperti seorang diri.

Tapi sesungguhnya, TUHAN ada di sampingku.

Aku mudah terbuai pada kebahagian.

Tapi satu hal yang boleh aku percaya,

Bahwa TUHAN ada untuk kebahagiaanku.

Aku terluka karena aku menyerah.

Tapi TUHAN tetap ada.

Disaat aku hendak merelakan diriku

Pada satu kebodohan.

TUHAN selalu ada di setiap kebodohanku

Tuk membawakan kelegaan padaku.

Katanya, memang TUHAN ADA.

Monday, September 3, 2007

Bila tidak pernah ada

Sekata yang membuatku sulit,
ketika hendak bercinta,
hanya ingin dimengerti
dan membentuknnya sebagai sesuatu
tuluskah hati
yang telah lama merindu
bila bertemu jua dalam sewaktu
hanya ingin tidak pernah lagi ada
kata tidak mungkin
segalanya hanya ingin
menjadi mungkin....